Sunday, August 29, 2010

Struktur organisasi [Pengantar Manajemen dan Bisnis]

1. Apakah struktur organisasi itu masih relevan bagi organisasi dalam dunia yang sangat maju ini?
Tentu saja masih,
Struktur organisasi sangat dibutuhkan oleh perusahaan/organisasi baik itu yang sedang berkembang maupun yang sudah maju. Saya ambil contoh Perusahaan. Dalam dunia yang semakin maju seperti saat ini, justru semakin banyak pula perusahaan besar yang maju. Perusahaan tersebut (khususnya perusahaan besar) membutuhkan struktur organisasi sebagai kerangka penopang untuk dapat menjalankan kegiatan perusahaan dengan baik dan mencapai tujuan perusahaan yang terarah. Tanpa Struktur organisasi, perusahaan akan mengalami berbagai kesulitan. Kesulitan tersebut misalnya saja : pembagian kerja yang tidak teratur menyebabkan terjadinya kerangkapan, usaha yang sia-sia, konflik, dan penyalahgunaan sumber daya ; kegiatan kerja tak terkendali ; komunikasi kurang baik antar pekerja, yang pada akhirnya hanya menjadi penghalang dalam pencapaian tujuan perusahaan.

Berikut ini saya lampirkan contoh bagan struktur organisasi salah satu perusahaan besar yang hingga saat ini tetap menggunakan struktur organisasi, yaitu PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk.
dari contoh di atas kita dapat melihat betapa teratur nya struktur organisasi PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA ,Tbk. Dimana tugas perusahaan dibagi secara terpisah dengan rantai komando dan rentang kendali yang telah disusun. Dapat kita lihat pula terdapat banyak divisi dan anak perusahaan, Tanpa struktur yang jelas, tentu divisi-divisi dan anak perusahaan tersebut tidak akan terkendali dengan maksimal.
Tidak hanya perusahaan/organisasi besar yang memerlukan struktur organisasi, organisasi kecil / berkembang juga memerlukannya. Salah satu contohnya adalah Sekolah. Sekolah memiliki struktur organisasi yaitu:
Kepala Sekolah -> Wakil KepSek ->Sekretaris & Tata Usaha -> Guru -> Murid
Kesimpulannya, semaju apapun dunia , struktur organisasi tetap akan selalu dibutuhkan karena fungsinya yang dapat mendukung kelancaran kegiatan organisasi.

Sumbe pendukungr : http://dspace.widyatama.ac.id/bitstream/handle/10364/604/struktur.pdf?sequence=1

2. Kebanyakan orang berpendapat bahwa organisasi pemerintahan itu sangat lamban bila dibandingkan dengan organisasi perusahaan swasta. Bagaimana pendapat Saudara?

Saya setuju dengan pendapat tersebut. Memang terlihat perkembangan organisasi pemerintah lebih lamban daripada swasta. Hal tersebut bisa jadi dikarenakan organisasi pemerintahan masih menganut ciri Organisasi mekanistis, dimana struktur organisasi perusahaan dikendalikan secara kaku dan ketat. Struktur itu dicirikan oleh tingginya spesialisasi, departementalisasi yang kaku, sempitnya rentang kendali, tingginya formalisasi, terbatasnya jaringan informasi , dan sedikitnya partisipasi dalam pengambilan keputusan oleh karyawan tingkat rendah . Hal tersebut menyebabkan organisasi pemerintah kurang memperhatikan keadaan dan pendapat golongan luar (dalam hal ini masyarakat) dan menutup diri dari masukan-masukan pihak lain. Padahal, sama seperti manusia, sebuah organisasi apabila ingin terus berkembang harus selalu melakukan pembelajaran dan menerima masukan dari berbagai pihak.
Sebagai contoh adalah kasus konversi Minyak tanah ke LPG yang dilakukan oleh PERTAMINA. Sebelum menetapkan kebijakan, pemerintah hanya melakukan perundingan antar petinggi-petinggi Negara. Mereka tidak melakukan survei terhadap masyarakat, apakah masyarakat setuju. Tiba-tiba saja diumumkan kebijakan tersebut. Kita dapat melihat bagaimana kondisi saat ini, masih banyak saja golongan masyarakat yang tidak setuju, ditambah dengan sering terjadi nya bencana kebakaran belakangan ini, yang diteliti sumber nya disebabkan oleh ledakan tabung gas LPG.
Selain itu, contoh lainnya adalah Trans Jakarta, pembangunan di beberapa koridor terasa sangat lambat. Beberapa koridor seperti yang dapat ditemukan di kawasan Pluit,Jakarta. Sampai sekarang belum ada tanda-tanda aktifitas pengoperasian Trans Jakarta tersebut. Selain alasan pergantian gubernur ,belakangan diketahui salah satu penyebab kelambanan tersebut adalah penentangan warga sekitar yang menganggap Operasi Trans Jakarta di daerah tersebut akan menimbulkan masalah kemacetan lalu lintas. Andai saja sebelum menentukan rute koridor, pemerintah melakukan survei dan meminta pendapat warga sekitar (melalui perwakilan), setidaknya pembangunan tersebut tidak akan sia-sia dan berhenti di tengah jalan
Melihat kedua contoh kecil tersebut, tidak heran apabila saat ini banyak masyarakat yang menganggap pemerintah lamban.

3. Sebutkan dan jelaskan perbedaan antara organisasi mekanistik dan organisasi organik itu!



Pengertian Umum

Organisasi Mekanistis (mechanistic organization), adalah struktur organisasi yang
dikendalikan secara kaku dan ketat.
Organisasi Organis (organic organization), adalah struktur organisasi yang amat fleksibel dan mudah
di ubah.

Tabel Perbedaan Mekanistis dan Organis
No. Variabel Pembeda Mekanistis Organis
1 Fleksibilitas Kaku dan stabil Dinamis
2. Pembagian kerja terstandarisasi Tidak terstandarisasi
3. Pengambilan Keputusan Sentralisasi Desentralisasi
4. Pengawasan terhadap Karyawan Masih perlu pengawasan langsung yang ketat Terampil dan terlatih, pengawasan tidak perlu terlalu ketat
5. Sifat Pekerjaan Rutin Berubah-ubah
6. Struktur Biokratik Team work
7. Formalisasi tinggi rendah


Penjelasan
1.Fleksibilitas
Organisasi Mekanistis dikendalikan secara kaku dan stabil, tidak mudah berubah ,dan lebih tertutup akan pengaruh lingkungan sekitar organisasi. Sedangkan Organisasi organis lebih fleksibel, tidak kaku / ketat, bersifat dinamis, mudah berubah dan manyesuaikan diri terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan sekitar.

2. Pembagian Kerja
Organisasi Mekanistis memiliki pembagian kerja yang terstandarisasi dan didasarkan oleh peraturan, tatanan,dan kendali yang jelas. Dengan kata lain masing-masing karyawan sudah memiliki tugas masing-masing dan dituntut untuk mampu mencapai target tertentu. Berbeda dengan Organisasi Organis yang juga memiliki pembagian kerja, tetapi pekerjaan yang dilakukan karyawan itu tidak distandarisasi, Sehingga karyawan lebih leluasa untuk melakukan kegiatan kerja yang diperlukan untuk merampungkan seluruh pekerjaan, serta dapat bekerja sama atau bertukar pikiran dengan rekan pekerja lainnya untuk menghasilkan output yang lebih maksimal.

3. Pengambilan Keputusan
Pada organisasi mekanistis, proses pengambilan keputusan bersifat sentralisasi, dimana pihak manajemen puncak mengambil keputusan penting organisasi tersebut dengan sedikit atau tanpa masukan dari para karyawan tingkat bawah.
Sedangkan pada organisasi orgasnis, proses pengambilan keputusan bersifat desentralisasi, dimana pada proses pengambilan keputusan, manajemen atas menerima masukan dan pendapat dari karyawan tingkat bawah, atau bahkan benar-benar mengikuti apa yang disarankan oleh karyawan tingkat bawah.

4. Pengawasan terhadap karyawan
Pada organisasi mekanistis, pengawasan terhadap kegiatan kerja karyawan benar-benar diawasi langsung oleh manajer. Hal tersebut dimaksudkan agar proses kerja lebih terarah. Sedangkan pada Organisasi organis, Pengawasan yang dilakukan tidak perlu terlalu ketat, karena keterampilan dan pelatihan mereka yang tinggi serta dukungan yang diberikan oleh para anggota tim lain membuat kendali manajerial yang ketat menjadi tidak terlalu diperlukan.

5. Sifat Pekerjaan
Pada organisasi mekanistis, pekerjaan bersifat rutin, artinya selalu sama dan terus menerus dalam jangka waktu panjang, misalnya seorang akuntan akan selalu bekerja menyusun laporan keuangan. Sedangkan pada organisasi organis, pekerjaan berubah-ubah dan tidak hanya terpaku pada satu kegiatan.

6. Struktur
Pada organisasi mekanistis, sturktur organisasi bersifat biokratik . Biokratik diartikan sebagai suatu organisasi yang memiliki rantai komando dengan bentuk piramida, dimana lebih banyak orang berada ditingkat bawah dari pada tingkat atas. Sedangkan pada organisasi organis, struktur kerja lebih menjurus kepada team work, yaitu pengelompokan beberapa pekerja. Dalam team work, pekerja dapat saling bekerjasama dan bertukar pendapat satu sama lain.

7. Formalisasi
Formalisasi pada organisasi mekanistis terukur tinggi, dimana terdapat uraian jabatan yang tegas, banyaknya peraturan organanisasi, dan prosedur yang didefinisikan dengan jelas yang mencakup
proses kerja. Lain hal nya dengan organisasi organis dengan formalisasi rendah, dimana perilaku kerja karyawan relatif tidak terstruktur dan para karyawan mempunyai banyak atas kebebasan dalam hal bagaimana cara mereka melakukan pekerjaan.

Penerapan
Contoh organisasi yang menganut ciri organisasi mekanistis adalah organisasi pemerintahan, dimana struktur bersifat biokratis, pelaksanaan yang ketat dan berlandaskan hukum. Sedangkan organisasi organis sudah dianut oleh hampir sebagian besar organisasi yang ada pada saat ini.

Sumber pendukung : http://www.scribd.com/doc/31594941/Kajian-Reorg-Paparan-for-Print
http://id.wikipedia.org/wiki/Birokrasi
Serta pemahaman yang diperoleh dari Lecturer Note.


4.Apakah ciri-ciri dari suatu organisasi pembelajar itu?

Organisasi pembelajar adalah organisasi yang selalu mengembangkan kemampuan dengan terus-menerus beradaptasi dan selalu berubah karena semua anggota berperan aktif dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah-masalah yang
berkaitan dengan pekerjaan.

Ciri-ciri Organisasi Pembelajaran Menurut Beberapa Tokoh :
1.Pedler, dkk (Dale, 2003)
Organisasi pembelajaran :
• Mempunyai suasana dimana anggota-anggotanya secara individu terdorong untuk belajardan mengembangkan potensi penuh mereka.
• Memperluas budaya belajar ini sampai pada pelanggan, pemasok dan stakeholder lain yang signifikan.
• Menjadikan strategi pengembangan sumber daya manusia sebagai pusat kebijakan bisnis.
• Berada dalam proses transformasi organisasi secara terus menerus.

2.Lundberg (Dale, 2003)
Organisasi pembelajaran :
• Tidaklah semata-mata jumlah pembelajaran masing-masing anggota.
• Membangun pemahaman yang luas terhadap keadaan internal maupun eksternal melalui kegiatan-kegiatan dan sistem-sistem yang tidak tergantung pada anggota-anggota tertentu.
• Tidak hanya tentang penataan kembali atau perancangan kembali unsur-unsur organisasi.
• Lebih merupakan suatu bentuk meta-pembelajaran yang mensyaratkan pemikiran kembali pola-pola yang menyambung dan mempertautkan potongan-potongan sebuah organisasi dan juga mempertautkan pola-pola dengan lingkungan yang relevan.
• Mengikat beberapa sub-proses, misalnya perhatian, penafsiran, pencarian, pengungkapan dan penemuan, pilihan, pengaruh dan penilaian.
• Mencakup baik unsur kognitif, misalnya pengetahuan dan wawasan yang dimiliki bersama oleh para anggota organisasi maupun kegiatan organisasi yang berulang-ulang, misalnya rutinitas dan perbaikan tindakan.

3.John Farago & David Skyrme (Munandar, 2003)
Organisasi pembelajaran :
• Adaptif terhadap lingkungan eksternalnya.
• Secara terus menerus menunjang kemampuan untuk berubah.
• Mengembangkan baik pembelajaran individual maupun kolektif.
• Menggunakan hasil pembelajaran untuk mencapai hasil yang lebih baik.



Sumber pendukung : http://library.usu.ac.id/download/fk/psikologi-eka2.pdf

Menurut Saudara apakah pemimpin yang bergaya demokratis itu cocok apabila ditunjuk untuk mempimpin organisasi mekanistik? Jelaskan pendapat Saudara.


Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.
Hal tersebut tentu sangat bertolak belakang dengan ciri khas Organisasi Mekanistis yang dikendalikan dengan kaku dan ketat, dimana sedikitnya partisipasi dalam pengambilan keputusan oleh karyawan tingkat bawah.
Jika ditinjau dari pengertian dan ciri masing-masing , tentu saja seharusnya pemimpin dengan gaya demokratis tidak cocok dengan organisasi mekanistis.
Namun menurut saya pribadi, bukan tidak mungkin pemimpin dengan gaya demokratis dapat cocok dengan organisasi mekanistis. Menurut saya, pemimpin dengan gaya demokratis adalah tipe pemimpin yang paling unggul, karena cocok untuk memimpin jenis organisasi apa saja.
Dalam memimpin organisasi mekanistis, pemimpin demokratis dapat tetap menunjukkan sifat demokratisnya, namun tetap mengikuti aturan dan ketentuan yang berlaku dalam organisasi mekanistis. Misalnya saja, Dalam rapat penentuan keputusan / kebijakan antar golongan atas, pemimpin dapat mengajukan pendapat yang sifatnya mendukung / memperhatikan harapan golongan bawah , meskipun tidak secara langsung meminta pendapat kepada golongan bawah tersebut.
Saya mengambil contoh nyata, yaitu Presiden RI. Presiden yang dipilih oleh masyarakat pastilah harus bersifat demokratis dan memperhatikan kepentingan rakyatnya. Kita pun tahu bahwa organisasi pemerintahan memiliki ciri organisasi mekanistis. Dalam pelaksanaanya, Presiden kita tetap mempertimbangkan / memperhatikan kepentingan masyarakat dalam mengambil keputusan kebijakan Negara, meskipun tidak secara langsung melakukan musyawarah, dan keputusan akhir tetap bergantung pada rapat petinggi Negara.

Sumber pendukung : http://organisasi.org/jenis_dan_macam_gaya_kepemimpinan_pemimpin_klasik_otoriter_demokratis_dan_bebas_manajemen_sumber_daya_manusia

1 comment: